Di dalam sebuah kampus akademisi, tentunya ada beragam organisasi dakwah yang dibentuk. Organisasi-organisasi bentuk ini bukan hanya membentuk kecerdasan dalam komunikasi dan pengaturan, tetapi juga di dasarkan pada aktivitas dakwah/ibadah juga.
Kali ini kita akan sedikit membahas salah satu organisasi dakwah di Indonesia. Salah satunya yaitu KAMMI. KAMMI adalah kependekan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.
Kali ini kita akan sedikit membahas salah satu organisasi dakwah di Indonesia. Salah satunya yaitu KAMMI. KAMMI adalah kependekan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.
KAMMI juga merupakan salah satu pelopor organisasi dakwah yang berkembang diantara mahasiswa muslim. Selain untuk menyalurkan hobi berorganisasi, kader juga di bentuk melalui kegiatan-kegiatan agamis. Misalnya saja kajian keislaman.
Nah untuk bergabung dengan KAMMI, gampang aja kok ! Caranya cukup mendaftar kepada kader KAMMI atau langsung kepada departemen kaderisasi. Kalo nggak tau juga ke siapa, cari di contac person di beberapa pamflet atau brosur yang tersebar.
Untuk menjadi anggota atau kader KAMMI, paling tidak mengikuti salah satu agenda besarnya yaitu DM(Dauroh Marhalah). “Untuk bergabung dengan KAMMI ada tahapan tang harus dilalui yaitu DM I. DM I merupakan pintu gerbang calon kader baru memasuki organisasi dakwah kampus. DM juga bisa disebut dengan pelatihan kepemimpinan dasar”, ucap Alfi Syahri selaku staff kaderisasi komisariat STAIN Samarinda.
Pelaksanaan DM, paling sedikit di laksanakan 2 hari 1 malam dengan berbagai mavcam kegiatan. Seperti diskusi-diskusi, simulasi dan materi keislaman. Diadakan diskusi-diskusi untuk membuat acara lebih interaktif antara pemateri dengan peserta. Selain itu, diskusi juga dapat mengembangkan pemikiran.
Tidak hanya kegiatan fikriyah saja, tetapi diadakan kegiatan jasadiyah seperti olahraga dan outbond juga. Hal itu dilakukan untuk merefresh kembali pikiran dan tubuh yang lelah. Selain fikriyah dan jasadiyah, pelaksanaan DM juga menekankan peserta kepada aktifitas ruhiyah yaitu aktivitas ibadah wajib dan sunah, juga target untuk tilawah 1 juz/hari yang dilakukan oleh peserta. Panitia juga melakukan hal yang sama sebagai pemberi contoh utama.
Di akhir acara DM, akan dilakukan simulasi aksi sebagai wujud pengamalan materi yang telah diberikan. Para peserta berperan sebagai demonstran, sedangkan panitia berperan sebagai pemerintah yang didemo. Perlu diketahui bahwa aksi yang dilakukan oleh kader KAMMI bukanlah aksi sembarangan, karena di dalam aksi yag dilakukan oleh kader KAMMI adalah demonstrasi secara islami. “Aksi yang digunakan adalah demonstrasi islami. Tidak seperti orang desa, tetapi harus melalui tahapan-tahapan tertentu”, ungkap mahasiswa PBI angkatan 2008 ini.
Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah pengaturan barisan da tata tertib selama aksi. Hal itu dilaksanakan agar para demonstran tidak membuat kekacauan selama melakukan aksi.
Ada beberapa tingkatan DM(Dauroh Marhlah). Yang pertama adalah DM I, yang mana calon kader ini akan menjadi anggota biasa di dalam komisariat. Apabila telah mengikuti DM I, para kader akan langsung diberikan amanah yang tersebar ke berbagai departemen.
Kemudian setelah berhasil mengikuti DM I, kader bisa melebarkan sayapnya dengan mengikuti DM II yang mana akan menjadi pengurus harian/ pengurus inti komisariat. Selanjutnya jika ingin menjadi pengurus daerah, bisa mengikuti DM III kembali. Adapun kader harus memenuhi syarat untuk sertifikasi yaitu dengan menilai IJDK(Indeks Jati Diri Kader) dan MANTUBA(Manhaj Tugas Baca) yang akan di test ulang oleh pengelola daerah. Semakin tinggi tingkat DM, semakin meningkat juga amanah, aktivitas jasadiyah, ruhiyah, dan fikriyahnya.
Pelaksnaan DM yang diadakan oleh komisariat, di campur tangani oleh pengelola daerah. Karena, setiap pengurus daerah diberi amanah oleh KAMMI pusat yang berada di Jakarta untuk mengadakan acara DM. Selanjutnya, data kader yang mengikuti DM akan diserahkan kepada KAMMI pusat melalui KAMDA(KAMMI Daerah).
Harapan terakhirnya yakni agar kader bisa berkontribusi dan selalu istiqamah bersama KAMMI untuk menjalankan aktivitas dakwah. “KAMMI akan mengelola mereka supaya bisa diberdayakan dan dibina”, ucap kader yang aktif di berbagai kajian keislaman ini.[ar]
Akhy...
BalasHapusBagus sih... tapi tulisan yang terakhir...
kok Kader "UANG"....
hehehe
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus