Negara Islam Indonesia yang disingkat NII juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI yang artinya adalah "Rumah Islam" . Gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 atau tepatya 12 Syawal 1368 dalam kalender Hijriyah ini di dirikan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat
Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada di masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.
Kenapa NII harus di waspadai ???? jawabannya karena !!!
Lima Belas Ajaran NII yang dianggap menyimpang
- Jika ingin menjadi umat Islam yang benar, maka umat Islam di Indonesia harus segera melaksanakan hijrah dari Negara Indonesia ke Negara Islam Indonesia (NII).
- Salah satu syarat hijrah harus ke Jakarta dan membayar mahar sebesar Rp 1 juta. Nilai itu, menurut mubaligh NII, sangatlah murah dibanding biaya naik haji yang mencapai lebih dari Rp 10 juta. Hijrah menurut NII sama artinya dengan menjalankan ibadah haji.
- Setiap muslim yang berada di luar gerakan tersebut dituduh kafir dan dinyatakan halal darahnya.
- Dosa karena melakukan zinah dan perbuatan maksiat lainnya dapat ditebus dengan uang dalam jumlah yang telah ditetapkan.
- Tidak ada kewajiban meng-qadha saum Ramadan, tetapi cukup hanya dengan membayar uang dalam jumlah yang telah ditetapkan.
- Untuk membangun sarana fisik dan biaya operasional gerakan, setiap anggota diwajibkan menggalang dana dengan menghalalkan segala cara, di antaranya menipu dan mencuri harta setiap muslim di luar gerakan tersebut termasuk orangtua sendiri.
- Taubat hanya sah jika membayar apa yang mereka sebut ‘Shodaqoh Istigfar’ dalam jumlah yang ditetapkan.
- Ayah kandung yang belum masuk ke dalam gerakan tersebut tidak sah menikahkan putrinya.
- Tidak wajib melaksanakan ibadah haji kecuali telah menjadi mas’ul atau pimpinan dalam jumlah yang ditetapkan.Ibadah haji cukup berkunjung ke ibukota
- Qanun asasi (aturan dasar) gerakan tersebut dianggap lebih tinggi derajatnya dibadingkan kitab suci Alquran, bahkan tidak berdosa bila menginjak Mushaf Alquran.
- Apa yang mereka sebut salat aktivitas, dalam pengertian melaksanakan program gerakan dianggap lebih utama daripada salat fardu
- Tauhid RMU, yang merupakan singkatan dari rububiyah (hukum), mulkiyah (tempat), uluhiyah (umat), merupakan konsep negara bagi NII, orang-orang di luar NII dianggap kafir, zalim, dan fasik.
- Bentuk-bentuk penyelewengan akidah yang terjadi di dalam NII adalah umatnya menafsirkan Al Quran sesuai dengan kepentingan organisasi.
- NII membagi shalat menjadi dua, yakni salat ritual dan salat universal. Negara posisinya dianggap sama dengan Allah dan para pemimpinnya sebagai rasul dan mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi target.
- Seluruh masyarakat Indonesia ibarat apel yang ada di tong sampah. Apel dalam tong sampah itu tidak najis, tapi jika hendak dimakan harus diangkat dari tong sampah dan dibersihkan. Karena dianggap tong sampah, apa pun yang dilakukan umat Islam di Indonesia tidak sah, termasuk shalat, zakat, berhaji, hingga bersedekah sekalipun.
Nah ikhwah fillah , sudah pada tahu kan kenapa NII patut di waspadai . Harapannya seluruh Kader KAMMI tidak terjebak dalam gerakan yang banyak melakukan tindakan hipnotis ini untuk mencari pengikutnya . Well , ikhwah fillah tetap jaga hati , jaga iman , dan tentunya jaga keislaman kita yang kaffah agar Mahabbah-Nya tercurah untuk kita semua . Amin Ya Robbal Alamin. (ibe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar