Senin, 06 Juni 2011

Refleksi Kader KAMMI

      Ikhwah Fillah… segala puji bagi Rabb semesta alam yang telah menyatukan kita dalam sebuah robithah ukhuwah. Sholawat beriring salam tiada lupa kita lantunkan untuk manusia terbaik yang pernah memimpin ummat, yakni Rosul Muhammad bin Abdilah, Sholawat dan Slam kita juga bagi para keluarga, seluruh
istri, anak-anak, dan cucu-cucu beliau serta para sahabat beliau dan untuk ummat yang selalu memperjuangkan agama yang beliau bawa yakni Ad-Dienul Islam.
Kepada seluruh kader ikhwan yang merasa atau paling tidak mengagumi ketangguhan seorang Umar bin Khathab, atau kecerdikan Khalid bin Walid, atau kedermawanan dan kejujuran seorang Abu Bakar, atau kejelian seorang Al-fatih atau bahkan kepemimpinan seorang Al-banna.
      Dan kepada seluruh kader akhwat yang merasa atau paling tidak mengagumi kehebatan seorang Ummul Khadijah, atau keikhlasan Aisyah, atau ketabahan seorang Fatimah Az-Zahra, atau keteguhan iman seorang Sumayyah.
       Mari sejenak merefleksi “status” kita sebagai Kader KAMMI…
      Akhy wa Akhwaty Fillah… seharusnya ada banyak hal yang membuat kita bangga berada dan bekerja dalam jama’ah ini, dalam wajihah ini, dalam organisasi ini, dalam KAMMI… Sejak kemunculannya 13 Tahun silam, Oraganisasi ini adalah tempat pembinaan terbaik bagi semua kader yang komitmen terhadapnya. Mungkin itulah yang saya fikirkan sekarang setelah sekitar 3 tahun saya bergabung dengan organisasi ini 2008 silam.
      Kader KAMMI memang special, mereka adalah muslim yang luar biasa. Bukan hanya seorang orator yang gagah ditengah medan aksi tapi juga seorang ‘abid yang bersegera ketika Allah memanggil. Bukan hanya seorang aktivis muslim biasa, tapi seorang intelektual muslim yang dahsyat, karena satahu saya hampir semua kader KAMMI memiliki nilai akdemik yang sangat baik.
      Kader KAMMI memang special, mereka adalah muslim yang luar biasa. Bukan hanya seorang kutu buku, tetapi juga Ahlul Qur’an, karena setahu saya dimanapun mereka berada ada saja Al-Qur’an kecil di Tas mereka. Mereka juga bukan sekedar ahli dalam berargumen tapi fasih juga bertaujih.
      Kader KAMMI memang special, mereka adalah muslim yang luar biasa. Bukan hanya seorang yang jago dalam bernegosiasi tetapi juga mudah sekali menangis ditengah gelapnya malam. Bukan hanya seorang yang pandai berdebat tetapi juga basah lidahnya dengan tilawah Al-Qur’an.
Setidaknya semua itu yang saya fikirkan tentang kader KAMMI, Nilai plus buat sinergi kekuatan Hablu minallah, Hablu minas serta Hablu minal’alam.
      Ketika awal saya mengenal KAMMI imej ukhuwah yang luar biasa yang saya dapatkan dari seorang Al-Akh, yang baru saya kenal sekitar 15 menit saja tapi lansung menawarkan tempat untuk saya menginap. Sekali lagi, Subhanallah !!!
      Dan Saya merinding ketika beberapa paragraf panjang di lantunkan di depan saya, kira-kira begini bunyinya:
      Kami adalah orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka. Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksa kami bertindak. Kami hanya bertindak atas dasar pemahaman, bukan taklid, serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.
      Kami adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang kami takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hati kami, atau membuat kami tertunduk apalagi takluk kepadanya. Tiada yang kami takuti, kecuali ketakutan kepada selain-Nya.
      Kami adalah para petarung sejati. Atas nama al-haq kami bertempur, sampai tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini. Kami bukan golongan orang yang melarikan diri dari medan pertempuran atau orang-orang yang enggan pergi berjihad. Kami akan memenangkan setiap pertarungan dengan menegakkan prinsip-prinsip Islam.
      Kami adalah penghitung risiko yang cermat, tetapi kami bukanlah orang-orang yang takut mengambil risiko. Syahid adalah kemuliaan dan cita-cita tertinggi kami. Kami adalah para perindu surga. Kami akan menyebarkan aromanya di dalam kehidupan keseharian kami kepada suasana lingkungan kami. Hari-hari kami senantiasa dihiasi dengan tilawah, dzikir, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, diskusi-diskusi yang bermanfaat dan jauh dari kesia-siaan, serta kerja-kerja yang konkret bagi perbaikan masyarakat. Kami adalah putra-putri kandung dakwah, akan beredar bersama dakwah ini ke mana pun perginya, menjadi pembangunnya yang paling tekun, menjadi penyebarnya yang paling agresif, serta penegaknya yang paling kokoh.
      Kami adalah orang-orang yang senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam. Kami bukanlah orang yang suka berleha-leha, minimalis dan loyo. Kami senantiasa bertebaran di dalam kehidupan, melakukan eksperimen yang terencana, dan kami adalah orang-orang progressif yang bebas dari kejumudan, karena kami memandang bahwa kehidupan ini adalah tempat untuk belajar, agar kami dan para penerus kami menjadi perebut kemenangan yang hanya akan kami persembahkan untuk Islam.
      Kami adalah ilmuwan yang tajam analisisnya, pemuda yang kritis terhadap kebatilan, politisi yang piawai mengalahkan muslihat musuh dan yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat, seorang pejuang di siang hari dan rahib di malam hari, pemimpin yang bermoral, teguh pada prinsip dan mampu mentransformasikan masyarakat, guru yang mampu memberikan kepahaman dan teladan, sahabat yang tulus dan penuh kasih sayang, relawan yang mampu memecahkan masalah sosial, warga yang ramah kepada masyarakatnya dan responsif terhadap masalah mereka, manajer yang efektif dan efisien, panglima yang gagah berani dan pintar bersiasat, prajurit yang setia, diplomat yang terampil berdialog, piawai berwacana, luas pergaulannya, percaya diri yang tinggi, semangat yang berkobar tinggi.

      Semua itulah yang membuat saya bangga menjadi Kader KAMMI !!!

      Salam Muslim Negarawan !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar