Salah
satu bentuk kegiatan yang rutin dilakukan oleh seorang pelajar adalah menuntut
ilmu. Namun, dalam aktivitas menuntut ilmu ini tidaklah dibatasi oleh ruang dan
waktu sehingga dapat dilakukan kapan dan dimana saja kita menginginkannya.
Banyak anggapan bahwa belajar itu hanya bisa dilakukan disekolah. Dan pada
kenyataannya pun tidak begitu. Banyak cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan
melalui sebuah proses belajar.
Nah,
mungkin dari teman-teman sendiri mempunyai banyak hambatan dalam mengikuti
proses belajar itu. Sehingga, membuat kita tampak terlihat tidak mempunyai
gairah yang luar biasa dalam usaha untuk menambah pengetahuan. Faktor
lingkungan disekitar bisa jadi merupakan faktor terkuat dalam menghambat
keinginan kita dalam belajar. Misalnya saja, lingkungan yang membuat kita malas
untuk belajar seperti adanya tetangga yang membuat kebisingan, meniru orang
lain yang tidak mau berusaha dalam belajar, hingga sampai kepada faktor
ekonomi.
Sebenarnya,
hambatan-hambatan itu dapat kita atasi dengan segenggam tekad dan semangat
dalam rangka mencapai kesuksesan dalam sebuah proses belajar. Semangat memang diperlukan
sekali dalam menggeluti aktivitas yang satu ini. Walaupun seseorang itu
memiliki kesempatan tetapi apabila tidak mempunyai semangat, itu juga akan
menjadi kekurangan tersendiri sehingga dalam perjalanannya tidak akan maksimal.
Dengan
memberi sugesti dan motivasi pada seseorang, hal tersebut akan membuat suatu
perubahan dalam dirinya. Pemberian motivasi dalam bidang pembelajaran adalah
salah satu perilaku positif guna menekan tingkat keinginan melakukan sesuatu.
Belajar
merupakan aktivitas tervital dalam hidup seseorang, oleh karena itu untuk
menuju kesana haruslah bersungguh-sungguh. Kita sebagai pelajar ataupun
mahasiswa sebaiknya mempersiapkan segala sesuatu terlebih dahulu untuk memenuhi
keperluan dalam menuntut ilmu. Misalnya saja dengan mempersiapkan diri. Caranya
bisa dimulai dengan mengatur niat semata-mata hanya untuk menuntut ilmu. Pelajar
yang niatnya baiklah yang akan siap menghadapi berbagai rintangan dan hambatan
dalam usaha menuntut ilmu, sebaliknya orang yang tidak mempunyai niat belajar
maka akan cepat mudah menyerah ketika menemui jalan buntu.
Keinginan
yang kuat akan menjadi pondasi utama dalam menjalani proses kegiatan belajar.
Dengan adanya keinginan yang kuat, maka kita akan selalu berusaha tampil sebaik
mungkin. Yah, mungkin dengan cara berkonsentrasi dalam belajar adalah sebagian
dari caranya. Jangan biarkan pikiran kita melayang-layang kesana-kemari. Ingat
! niat kita adalah menuntut ilmu. Si dia dilupakan saja dahulu sejenak. Hmm
Ketika
semangat dalam belajar sedang menggelora, gunakan waktu tersebut dalam hal
positif. Misalnya membentuk club belajar bersama teman-teman yang mempunyai
tujuan yang sama. Jangan sampai waktu yang telah diberikan, di sia-siakan
begitu saja. Kemudian jangan biarkan syaitan menggoda anda, mengajak untuk
menunda-nunda belajar. Sebagaimana kata Sean
Covey, pelajar yang suka nunda-nunda belajar bakal:
·
Stress dan cemas;
·
Kelelahan; dan
·
Mencapai prestasi yang biasa-biasa saja.
Pelajar
yang berprestasi tinggipun mengalami stress apabila suka menunda-nunda belajar.
Contohnya, seorang mahasiswa ngomong seperti ini: ”kamu nggak suka stress, kan?
Manusia yang normal tentu nggak suka stress. Makanya, jangan sampai kamu
pelihara kebiasaan menunda-nunda belajar”. Atau, bisa juga bagi mahasiswa yang
suka menunda-nunda menyelesaikan tugas hingga batas akhir pengumpulan. Nah
loo??
Tanamkan
kepada diri kalian bahwa, “Setiap kalian adalah orang yang cerdas”. Menurunnya
semangat kita dalam belajar bisa terjadi lantaran kurangnya PD (Percaya diri).
Ini terjadi barangkali karena orang-orang mencap kita sebagai orang yang bodoh.
Karena mengira kita bodoh, kitapun jadi enggan belajar. Kita takut otak kita
tak mampu memahami materi pelajaran dan tak mampu mengerjakan soal ujian.
Namun, benarkah otak kita tidak mampu? Tidak mungkinkah kita bisa lebih cerdas?
Menurut
penelitian neurosains, setiap orang
sama-sama memiliki sekitar seratus milyar sel otak. Hanya saja, bukan jumlah
sel otak yang menentukan seberapa cerdas kita, melainkan jumlah koneksi antara
sel-sel otak. Makanya gan, perbanyaklah membaca buku. Hehe (WS)
Tetap
sehat, tetap semangat, dan teruslah belajar menggapai cita-cita !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar