Rabu, 24 Oktober 2012

Perbaiki cara berfikir dalam melihat peluang belajar




         Salah satu bentuk kegiatan yang rutin dilakukan oleh seorang pelajar adalah menuntut ilmu. Namun, dalam aktivitas menuntut ilmu ini tidaklah dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga dapat dilakukan kapan dan dimana saja kita menginginkannya. Banyak anggapan bahwa belajar itu hanya bisa dilakukan disekolah. Dan pada kenyataannya pun tidak begitu. Banyak cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui sebuah proses belajar.
Nah, mungkin dari teman-teman sendiri mempunyai banyak hambatan dalam mengikuti proses belajar itu. Sehingga, membuat kita tampak terlihat tidak mempunyai gairah yang luar biasa dalam usaha untuk menambah pengetahuan. Faktor lingkungan disekitar bisa jadi merupakan faktor terkuat dalam menghambat keinginan kita dalam belajar. Misalnya saja, lingkungan yang membuat kita malas untuk belajar seperti adanya tetangga yang membuat kebisingan, meniru orang lain yang tidak mau berusaha dalam belajar, hingga sampai kepada faktor ekonomi.
Sebenarnya, hambatan-hambatan itu dapat kita atasi dengan segenggam tekad dan semangat dalam rangka mencapai kesuksesan dalam sebuah proses belajar. Semangat memang diperlukan sekali dalam menggeluti aktivitas yang satu ini. Walaupun seseorang itu memiliki kesempatan tetapi apabila tidak mempunyai semangat, itu juga akan menjadi kekurangan tersendiri sehingga dalam perjalanannya tidak akan maksimal.
Dengan memberi sugesti dan motivasi pada seseorang, hal tersebut akan membuat suatu perubahan dalam dirinya. Pemberian motivasi dalam bidang pembelajaran adalah salah satu perilaku positif guna menekan tingkat keinginan melakukan sesuatu.
Belajar merupakan aktivitas tervital dalam hidup seseorang, oleh karena itu untuk menuju kesana haruslah bersungguh-sungguh. Kita sebagai pelajar ataupun mahasiswa sebaiknya mempersiapkan segala sesuatu terlebih dahulu untuk memenuhi keperluan dalam menuntut ilmu. Misalnya saja dengan mempersiapkan diri. Caranya bisa dimulai dengan mengatur niat semata-mata hanya untuk menuntut ilmu. Pelajar yang niatnya baiklah yang akan siap menghadapi berbagai rintangan dan hambatan dalam usaha menuntut ilmu, sebaliknya orang yang tidak mempunyai niat belajar maka akan cepat mudah menyerah ketika menemui jalan buntu.
Keinginan yang kuat akan menjadi pondasi utama dalam menjalani proses kegiatan belajar. Dengan adanya keinginan yang kuat, maka kita akan selalu berusaha tampil sebaik mungkin. Yah, mungkin dengan cara berkonsentrasi dalam belajar adalah sebagian dari caranya. Jangan biarkan pikiran kita melayang-layang kesana-kemari. Ingat ! niat kita adalah menuntut ilmu. Si dia dilupakan saja dahulu sejenak. Hmm
Ketika semangat dalam belajar sedang menggelora, gunakan waktu tersebut dalam hal positif. Misalnya membentuk club belajar bersama teman-teman yang mempunyai tujuan yang sama. Jangan sampai waktu yang telah diberikan, di sia-siakan begitu saja. Kemudian jangan biarkan syaitan menggoda anda, mengajak untuk menunda-nunda belajar. Sebagaimana kata Sean Covey, pelajar yang suka nunda-nunda belajar bakal:
·        Stress dan cemas;
·        Kelelahan; dan
·        Mencapai prestasi yang biasa-biasa saja.
Pelajar yang berprestasi tinggipun mengalami stress apabila suka menunda-nunda belajar. Contohnya, seorang mahasiswa ngomong seperti ini: ”kamu nggak suka stress, kan? Manusia yang normal tentu nggak suka stress. Makanya, jangan sampai kamu pelihara kebiasaan menunda-nunda belajar”. Atau, bisa juga bagi mahasiswa yang suka menunda-nunda menyelesaikan tugas hingga batas akhir pengumpulan. Nah loo??
Tanamkan kepada diri kalian bahwa, “Setiap kalian adalah orang yang cerdas”. Menurunnya semangat kita dalam belajar bisa terjadi lantaran kurangnya PD (Percaya diri). Ini terjadi barangkali karena orang-orang mencap kita sebagai orang yang bodoh. Karena mengira kita bodoh, kitapun jadi enggan belajar. Kita takut otak kita tak mampu memahami materi pelajaran dan tak mampu mengerjakan soal ujian. Namun, benarkah otak kita tidak mampu? Tidak mungkinkah kita bisa lebih cerdas?
Menurut penelitian neurosains, setiap orang sama-sama memiliki sekitar seratus milyar sel otak. Hanya saja, bukan jumlah sel otak yang menentukan seberapa cerdas kita, melainkan jumlah koneksi antara sel-sel otak. Makanya gan, perbanyaklah membaca buku. Hehe (WS)

Tetap sehat, tetap semangat, dan teruslah belajar menggapai cita-cita !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar